Sukses di Eropa, presdir baru Mitsubishi Indonesia senang kembali ke pasar Asia

Naoya Nakamura, Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) yang baru, tampil perdana di hadapan media otomotif di Jakarta. Bekas orang nomor satu Mitsubishi Motors Rusia ini hadir, saat ‘pesta’ perpisahan Kyoya Kondo, pejabat yang digantikannya di MMKSI. Dalam keterangan pada Merdeka.com, Kyoya Kondo mengakhiri penugasannya di MMKSI efektif per 25 September.

Nakamura-san mengaku senang bisa kembali ke Asia, setelah menghabiskan sebagian besar waktunya menggarappasar benua Eropa, sejak bekerja di Mitsubishi sejak 1993. Sebelum menjadi orang nomor satu di Mitsubishi Indonesia, Nakamura merupakan Presiden Direktur MMC Rus LLC (distributor resmi MMC di Rusia). Selain Rusia, Nakamura juga lama membesarkan pasar Mitsubishi di Belanda.

“Lama di Eropa, saya senang bisa kembali ke Asia,” ungkap Nakamura dalam pernyataan pertamanya sebagai Presiden Direktur MMKSI di Jakarta, Rabu malam (19/9).

Dia mengaku Kondo sangat sukses membangun pasar kendaraan penumpang Mitsubishi di Indonesia, terutama lewat model Xpander. Karena itu, sebagai penerusnya, tugasnya di Mitsubishi Indonesia ke depan sangat sulit, jika melihat keberhasilan Mitsubishi Indonesia di bawah pimpinan Kondo-san.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Januari-Agustus tahun ini, penjualan Mitsubishi tercatat 136.602 unit, dengan model utama Xpander.

“Namun, tugas saya adalah mencapai hasil lebih baik lagi dari pencapaian Kondo-san. Maka itu, saya juga butuh dukungan terhadap tim saya,” ujarnya.

Nakamura membawa kisah suksesnya membesarkan pasar Mitsubishi Rusia di Indonesia. Dia mengaku selama dua tahun di Rusia sejak 2016, penjualan mobil Mitsubishi di Rusia naik tiga kali lipat dari sebelumnya, dengan pertumbuhan pangsa pasar sebesar 20 persen. Model yang paling laku adalah Mitsubishi Outlander.

Namun, secara umum, Nakamura mengaku sangat berbeda antara pasar Rusia dan Indonesia. Ada dua hal yang dilihatnya sangat berbeda, yakni persepsi dan ekspektasi konsumennya terhadap kendaraan. Sehingga dirinya harus membangun dari awal sebagai pimpinan tertinggi Mitsubishi Indonesia. Selain itu, setidaknya dia harus menindaklanjuti ekspektasi konsumen Indonesia tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.