Pasar lagi sulit, Pioneer rilis head unit G series untuk mobil ‘sejuta umat’

Popularitas mobil murah-ramah lingkungan (LCGC) di Indonesia mengubah landscape industri otomotif dan turunannya. Seperti produk audiovideo, kini banyak merek audiovideo membuat model yang khusus menyasar mobil LCGC yang jumlahnya semakin masif di Tanah Air.

Sebut saja Pioneer yang meluncurkan head unit anyar G series untuk menyasar pengguna mobil LCGG tersebut di Jakarta kemarin (18/9). Peluncuran juga dilakukan untuk model DEH S series dan DEQ-S1000A (sound processor).

Adi Wijaya, Product Manager Pioneer Indonesia, menjelaskan, G series merupakan head unit entry level yang ditawarkan dengan harga murah dan prosesor kepada pengguna mobil LCGC untuk meningkatkan kenyamanan saat berkendara.

Produk yang diluncurkan adalah head unit AVH XL berkode AVH-G215BT dan smartphone receiver dengan Cradle. Produk AVH-G215BT memiliki ukuran layar 6,2 inci dengan panel layar WVGA. Fitur-fitur yang tersematkan di dalamnya seperti Bluetooth, MOFSET 50w x 4 channel, pilihan bahasa, koneksi USB, dan subwoofer control. Serta dapat dikoneksi dengan smartphone Android. Fitur anyar lainnya di seri ini adalah front USB input dan built-in BT mic.

Head unit tersebut merupakan series terendah yang dikeluarkan oleh Pioneer untuk kelas AVH. Sedangkan kelas tertingginya ada pada tipe AVH-Z Series. Kemudian, Pioneer juga menghadirkan prosesor receiver dengan harga yang cukup terjangkau yaitu DEQ S1000A.

Produk head unit seri G sejatinya juga menyasar pengguna mobil low MPV, selain LCGC. Karena mobil LCGD semakin besar populasinya di Indonesia. Meski harganya murah, standar kualitas produk ini tetap menggunakan standar Jepang. Kami tidak main-main meski ini produk murah,” kata Adi Wijaya.

Daftar harga head unit Pioneer:

AVH G215BT: Rp 2,7 juta
DEH Seri 1: Rp 1,2 juta
DEH Seri 4: Rp 1,6 juta
DEH Seri 5: Rp 1,9 juta

pioneer 2018 Merdeka.com

Impor dari Thailand

Adi menjelaskan soal asal produksi produk Pioneer yang dipasarkan ke Indonesia. Untuk model head unit sebagian besar diproduksi dari Thailand, sedangkan speaker dari Vietnam. Karena produk impor, maka gonjang-ganjing kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut mempengaruhi harga jual dan pasar Pioneer.

Kata dia, Anda tahu sendiri pasar sedang tidak bagus, jad Pioneer mencoba bertahan atau struggle di pasar saat ini. Makanya, kami meluncurkan produk baru dan mulai memanfaatkan market place atau pasar online untuk memasarkan produk yang dimulai dengan smartphone receiver dengan cradle.

Sejauh ini memang penjualannya sedikit menurun, tapi kita terus berupaya untuk membuat nyaman para pembeli dan pecinta otomotif khususnya produk buatan Pioneer di Indonesia, pungkas Adi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.