Metranet pasarkan layanan Oona TV, targetkan dua juta pengguna

PT Metranet, anak usaha PT Telkom Tbk, menargetkan jumlah pelanggan layanan Oona TV mencapai dua juta pengguna hingga akhir tahun ini. Saat ini jumlah pelanggannya mencapai satu juta sejak dua bulan terakhir.

Oona TV merupakan layanan over the top (OTT) berupa konten TV dan video on demand (VOD) yang ditawarkan secara gratis. Saat ini Oona TV memiliki 150 konten. Layanan ini bisa diakses melalui smartphone OS Android dan iOS.

Widi Nugroho, Chief Executive Officer Metranet, mengungkapkan layanan Oona TV hadir untuk memenuhi hiburan generasi milenial. Di era inovasi seperti sekarang, kustomer berubah. Begitu juga dengan kebutuhannya seperti kebutuhan mengonsumsi hiburan.

“Oona TV tidak tumpang tindih dengan produk eksisting Telkom, seperti Indihome. Sebab ada pelanggan Indihome yang hanya berlangganan internet, sehingga kebutuhan hiburannya idle. Kemudian riset kami menyebutkan pengguna di rumah tangga sebagian besar mengakses hiburan dari smartphone. Inilah yang menguatkan kami mengembangkan layanan Oona TV,” ujar Widi di Jakarta.

Sebagai layanan TV gratis lewat smartphone, Oona TV akan bersaing dengan platform Youtube dari Google. Namun, di sisi lain, Oona TV justru memperluas layanan TV free to air ke penonton lebih muda, yang mengonsumsi konten melalui smartphone.

“Oona TV, aplikasi mobile inovatif yang menghadirkan pendekatan baru dan didesain efektif untuk menduukung gaya hidup digital. Aplikasi ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama generasi millenial, terhadap hiburan dan informasi aktual yang dapat diakses di mana pun dan kapan pun secara mudah dan praktis. Dengan dukungan kecerdasan buatan (AI), menjadikan Oona TV menjawab kebutuhan dunia usaha melakukan promosi secara efektif dan tepat sasaran. Meski baru tahap awal peluncuran, jumlah pengunduh Oona hingga kini mencapai satu juta dan 75 persen merupakan pengguna aktif per bulan,” ujarnya.

Setyo Budianto, Direktur Pengembangan Bisnis Metranet, menambahkan, layanan Oona TV merupakan layanan ekonomi sharing bagi pengiklan, mitra konten, dan penggunanya. Model bisnisnya dibangun dari pendapatan iklan.

Konten diberikan gratis, tapi ada iklan yang jika ditonton oleh pengguna akan mendapat poin (reward). Poin ini jika dikumpulkan, bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah seperti smartphone. Fitur untuk reward ini dinamakan TCoins.

“Revenue dari pengiklan lah yang kami sharing, sehingga platform ini diharapkan bisa menjadi win-win solution,” ucapnya.

Untuk memudahkan akses data Oona TV di smartphone, lanjut dia, Metranet dalam waktu dekat akan melakukan bundling dengan produk Videomax dari Telkomsel. Jadi Oona TV bisa diakses di VideoMax. Selain itu, akan memanfaatkan juga produk Telkom lain, seperti wifi.id dan Indihome.

“Namun, sebagai OTT, kami terbuka untuk bekerja sama dengan operator seluler lainnya,” pungkasnya.

Yuswohady, pakar pemasaran digital, berpendapat, Oona TV hadir di saat tepat, ketika generasi Z mulai banyak dan bakal mendominasi ekonomi di Indonesia kelak. Berdasarkan risetnya, Gen Z mengonsumsi konten lebih banyak lewat smarphone dibandingkan Gen millenial dan X, yakni 147 menit per hari, banding 118 menit per hari.

“Oona saya lihat mampu mengembangkan dan mengoptimalkan kapabilitasnya sebagai platform yang bermanfaat untuk memuaskan kebutuhan leisure berkat kemitraannya dengan beragam penyedia konten gaya hidup, ” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.